Part. 1 Mengapa Negara Israel sangat berambisi mengambil tanah Palestina?
Mengapa Israel sangat berambisi mengambil tanah Palestina? (penulis: Rania Ribka Rania Ribka)
MASA SEBELUM KEMERDEKAAN ISRAEL MODERN
Semua bermula pada abad pertama, tepatnya pada bulan agustus, tahun 70 Masehi, ketika orang yahudi habis, dilibas oleh orang-orang romawi. Yang terkenal adalah jendral Titus, jendral romawi yg meratakan kota Yerusalem dan bait ALLAH. Dan sejak saat itu orang yahudi berserak ke seluruh penjuru, mereka tidak lagi mendiami tanah mereka, kota kecintaan mereka, yerusalem. Mereka hidup luntang-lantung, terusir, dikejar, ditangkap dan didera, dibantai.
Mulai dari saat itu mereka hidup sebagai bangsa pelarian. Pada abad-abad selanjutnya, mereka mendapatkan penolakan dari orang-orang kristen, yg pada masa itu masih katolik, karena protestan belum ada. Waktu itu, orang-orang kristen seperti merasa bahwa mereka lah, yaitu orang yahudi yang menganiaya dan membunuh Yesus. Jadi seperti ada dendam khusus dari orang kristen terhadap orang yahudi, sehingga mereka menjadi sasaran kebencian. Pada masa perang salib, di daerah Portugis, 20.000 orang yahudi dibantai dan dijarah, rumah ibadah mereka dibakar, ber-truk-truk kitab suci mereka dikumpulkan dan dibakar.
Dari portugis, mereka lari ke Prancis. Sejak jaman Babilonia, karena terbiasa terbuang, terbiasa menjadi bangsa pengembara, bangsa pendatang, orang-orang yahudi menjadi lebih pintar dalam berdagang, lebih giat dan tekun. Sehingga perekonomian mereka selalu lebih cepat berkembang dibanding dengan orang-orang lokal. Begitu juga di Prancis, mereka dibenci dan diusir. Dari Prancis, mereka ke Spanyol, dan mendapatkan perlakuan yang sama, bahkan yang paling buruk adalah perlakuan dari orang-orang kristen Spanyol. Pada tahun 1.400-an, para orang yahudi di Spanyol dipaksa untuk masuk kristen atau pergi dari negara tersebut, dan bahkan bisa sampai dieksekusi mati jika menolaknya.
Mereka lari dari negara tersebut, mereka lari dari Spanyol. Dari Spanyol, mereka ke Jerman. Bak lingkaran setan, kejadian terus berulang. Perekonomian mereka lebih baik dari orang-orang Jerman itu sendiri, orang Jerman merasa iri dan mereka diusir. Lagi-lagi mereka lari.
Tapi kali ini mereka terpecah, ada yang ke Belanda, Polandia, Russia. Dan tetap mengalami hal yg sama di negara-negara tersebut. Di Russia dan Polandia pada tahun 1.800-an, pemerintah setempat tidak melarang tidak kekerasan terhadap orang yahudi, rumah atau toko orang yahudi dijarah, dan tidak ada sama sekali perlindungan, orang lokal yg berhutang kepada orang yahudi tidak wajib membayar. Mereka menyebutnya pogrom. Jadi, selama hampir 2.000 tahun, bangsa yahudi telah terusir, bangsa tak bernegara, mengalami penolakan, perlakuan tidak adil, penyiksaan sampai pembunuhan, sehingga… mewarisi kebencian terhadap dunia
AWAL MULA ZIONIST
Begitu gerakan anti yahudi meyebar di seluruh negara eropa, ada seorang yahudi bernama Theodor Herzl yang merasa harus melakukan sesuatu untuk hal itu, sudah cukup penderitaan bangsa yahudi. Pada tanggal 14 Mei 1896, Theodor herzl membuat proposal dalam tulisannya der judenstaat. Kurang lebih isinya untuk meminta suatu wilayah supaya orang yahudi mendapatkan sebuah wilayah untuk didiami, tanpa diperlakukan dengan tidak adil dan diusir.
Dalam tulisan tersebut disebutkan juga bahwa bangsa yahudi akan ikut membangun dan berkontribusi untuk wilayah/negara sekitarnya. Pada waktu itu yang diusulkan adalah Palestina dan Argentina, karena Palestina adalah tanah nenek moyang orang yahudi dan Argentina adalah tempat dimana ada komunitas orang yahudi yang terbesar. Hal tersebut telah didengar oleh banyak orang yahudi dan itu menjadi mimpi dan visi yang panjang bagi orang-orang yahudi termasuk Theodor Herzl. Sejak itulah kata zionist terdengar dimana-mana, terutama dikalangan orang yahudi. 'Return to Zion' 'Kembali ke Sion'
YAHUDI PADA MASA REFORMASI KRISTEN DI JERMAN
Sementara mereka sedang dan masih diperlakukan secara tidak adil, terjadilah reformasi besar dalam kekristenan, yaitu reformasi protestan di Jerman oleh Martin Luther. pada masa ini, orang yahudi diperlakukan lebih baik, karena Martin Luther bersikap 'wellcome' kepada orang yahudi, mereka diberikan lebih banyak kebebasan,
mereka diberikan kewarganegaraan Jerman. Orang yahudi bertumbuh kembali di Jerman pada saat era reformasi kristen dan bertambah banyak populasinya.
YAHUDI PADA MASA PEMERINTAHAN NAZI
Sayangnya, kondisi berubah 180' pada masa hitler dengan nazi-nya memegang kendali. Dengan kebencian yg sangat gila, Hitler membunuh begitu banyak orang yahudi dengan berbagai cara. Gas beracun, dibiarkan kelaparan, ditembak mati. Hitler malakukan boikot terhadap orang yahudi secara nasional. Orang yahudi bebas untuk diperkusi dan dibunuh, baik dijalan, dirumah, dimanapun. Hitler 'si gila', menganggap ras arya adalah ras yang paling unggul.
Sejak tahun 1940–1945, sudah ada sekitar 200.000 orang dibunuh hanya karena cacat atau dianggap cacat, tidak sehat dan ras rendah, tidak peduli apakah itu orang yang sudah tua, orang muda, anak-anak, bayi. Mereka dibunuh dengan dimasukkan ke kamar gas, bayi dan anak-anak penyandang cacat disuntik mati atau dibiarkan kelaparan.
Mayat mereka dimasukkan ke dalam oven besar yang disebut kremetorium. 9 November 1938 aksi kekerasan pecah secara massive, dalam waktu hanya 2 hari lebih dari 250 sinagog yahudi dibakar, lebih dari 7.000 tempat usaha orang yahudi dirusak dan dijarah.
Begitu juga rumah tempat tinggal orang yahudi, sekolah, rumah sakit, semua dijarah dan dibakar. Aparat keamanan tidak mencegah dan malah mendukung semua perbuatan itu. Pada keesokan harinya, 30.000 laki-laki orang yahudi ditangkap dengan dakwaan kejahatan bahwa mereka lahir sebagai orang yahudi.
Mereka ditempatkan diladam kamp-kamp konsentrasi, dan banyak dari mereka yg tewas. Karena begitu ngerinya keadaan pada saat itu, sekitar 900 orang yahudi berhasil melarikan diri dengan kapal st. Louis menuju Kuba. Namun sayang, negara Kuba yg sudah setuju untuk menampung mereka, menarik balik keputusannya.
Dengan begitu, mereka melajutkan pelariannya menuju Florida dan mereka juga ditolak. Jadilah mereka terkatung-katung tanpa tujuan, tidak mungkin kembali ke Jerman dan ditolak dimana-mana. Sampai pada akhirnya inggris membantu untuk melobi beberapa negara relasinya.
Dan akhirnya Belgia, Belanda, Prancis, dan Inggris itu sendiri membagi-bagi orang yahudi yang ada di kapal tersebut untuk ditampung. Mendengar hal itu, bahwa beberapa negara tersebut menampung para pelarian yahudi dari Jerman, Hitler menjadi murka.
Pada saat itu yahudi berkuasa di berbagai daerah, maka Hitler memerintahkan untuk menangkap semua orang yahudi yang ada didaerah kekuasaan Jerman. Mereka ditangkap dan dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi, tidak diberi makan dengan layak.
Sehingga istilah 'tinggal tulang berbalut kulit' benar-benar terjadi secara harafiah. Salah satu kamp yang terkenal adalah kamp Auschwitz. Ada 3 juta orang yahudi yang dibantai Hitler pada tragedi holocaust, dan sebelumnya dibawah nazi sudah ada 3 juta orang yahudi telah dibantai. Jadi total kira-kira sebanyak 6 juta orang yahudi mati, yg artinya pada saat itu 2/3 dari orang yahudi dibantai. Karena jumlah korban yg begitu massive, bencana besar, dan menjadi perhatian internasional, maka bergemalah kembali apa yg dikatakan oleh Theodor Herzl. PERANG DUNIA I Mundur sedikit, pada saat itu daerah Palestina sudah dikuasai oleh inggris karena menang perang pada tahun 1914–1918 (PD I) terhadap kekaisaran Ottoman Turki.
Perang tersebut terjadi karena pemberontakan Arab Saudi untuk lepas dari kekuasaan Ottoman. Arab saudi meminta bantuan inggris dan prancis dengan perjanjian membagi daerah kemenangan. Dan mereka menang, mereka membaginya, inggris mendapat wilayah palestina. Ada seorang yahudi kaya, dia sangat mendukung pemikiaran dari Theodor Herzl, namanya adalah Rothchild. Dengan kekayaan dan pengaruhnya,
Rothchid melakukan lobi kepada Inggris supaya bisa membeli tanah palestina untuk didiami oleh orang-orang yahudi. Maka terjadilah deklarasi balfour yang menjanjikan rumah nasional untuk bangsa yahudi.
PERANG DUNIA II
Perang ini melibatkan lebih dari 30 negara. Penyebab perang dunia 2 dipicu oleh invasi Nazi 1939 ke Polandia, perang berlarut-larut selama enam tahun hingga Sekutu mengalahkan Nazi Jerman dan Jepang pada 1945. Dengan kalahnya jerman, maka semakin kuat gerakan zionisme, sampai pada akhirnya PBB membagi tanah palestina menjadi tiga bagian. Pada tahun 1947, di tengah meningkatnya ketegangan antara warga Palestina dan milisi Zionis, PBB memutuskan untuk membagi Palestina menjadi negara-negara Yahudi dan Arab dan kota Yerusalem yang diperebutkan akan berada di bawah kendali internasional.
KEMERDEKAAN ISRAEL
Dengan dibaginya tanah palestina menjadi 3 bagian, 55% untuk yahudi, 45% untuk palestina, dan kota yerusalem sebagai wilayah internasioal, maka pada tanggal 14 Mei 1948 bangsa yahudi mendeklarasikan kemerdekaannya dengan nama negara israel, dengan David Ben Gurion sebagai PM pertamanya. Dan ini sangat tidak meyenangkan hati bangsa-bangsa arab. Karena walaupun Israel mendapatkan wilayah tersebut secara hukum internasional, secara sejarah bahwa tanah tersebut adalah tanah nenek moyang mereka, bahkan mereka 'membeli' tanah tersebut, tapi itu sangatlah tidak adil dan meyakitkan hati.
Dalam pandangan bangsa arab, yahudi boleh saja mengatakan bahwa tanah tersebut adalah tanah nenek moyangnya ribuan tahun yang lalu, tapi ribuan tahun yang lalu itu mereka dimana? Kemana saja mereka 100 tahun, 200 tahun, 1.000 tahun yg lalu? Tanah ini sudah didiami oleh orang Palestina, dibangun, dan turun-temurun dari orang palestina sudah menempatinya. Bahkan nenek moyang orang palestina juga mati dan dikuburkan di tanah ini.
Menurut pandangan orang-orang arab, yahudi tidak bisa tiba-tiba datang dan mengambil tanah palestina untuk dijadikan hak miliknya dan membuat sebuah negara. Dan juga kenapa orang-orang yahudi yg mendapatkan wilayah yg lebih besar? atas dasar apa membaginya? Supaya bisa lebih memahami perasaan dan pandangan orang-orang arab, coba kita misalkan jika hal itu terjadi kepada kita di Indonesia. Apa yang anda yg saya rasakan jika tiba-tiba ada orang yg mengaku, sebut saja orang orang atlantis, yang tiba tiba datang dan mengusir kita keluar karena mengklaim bahwa seluruh nusantara adalah tanah nenek moyang mereka pada 5.000 tahun yang lalu.
Begitulah kira-kira perasaan dan pandangan orang-orang arab. Untuk catatan, sejak th 1917, sejak Rothschild membeli tanah palestina tersebut dari Inggris, bahkan pada akhir tahun 1800-an, sudah banyak orang-orang yahudi yg kembali ke tanah palestina, dan sejak saat itu sudah banyak terjadi konflik andara orang yahudi dan orang arab di palestina.
PERANG KEMERDEKAAN
pada tahun 1948 Perang ini terjadi hanya 6 jam setelah setelah proklamasi kemerdekaan 14 Mei 1948 pada jam 4 sore. 5 negara arab, yaitu Mesir, Lebanon, Yordania, Irak, Suriah, ditambah dengan warga palestina langsung meyerang Israel. Seolah-olah mereka ingin hari jadi Israel sekaligus menjadi hari mati. Nerara-negara arab tersebut menyerang dari berbagai arah, semua pengamat mengatakan Israel akan segera hancur. Populasi gabungan negara-negara arab pada waktu itu lebih dari 100 juta jiwa, sedangkan Israel hanya 500 ribu jiwa. Kekuatan bangsa-bangsa arab jauh melebihi kekuatan Israel yg notabene secara harafiah memang benar-benar baru lahir.
Tapi yang aneh dan luar biasanya, negara-negara arab yang hebat-hebat ini tidak bisa mendesak Israel. Dari yang tadinya mereka mau menyerang, kini mereka malah sibuk mempertahankan daerahnya masing masing yang dimasuki olah Israel. Pada akhirnya gencatan senjata dilakukan dan Israel memenangkan perang pada tanggal 7 Januari 1949.
Akibat dari perang tersebut, wilayah Israel menjadi bertambah luas sekitar 50% dari semula. Orang-orang arab palestina mengungsi secara besar-besaran, dan mereka meyebut hari tersebut sebagai 'hari malapetaka', karena hampir 700.000 orang palestina mengungsi. Namun begitu, disisi lain, orang orang yahudi yg berkewarganeraraan negara arab juga diusir dari negara-negara tersebut. Sejak saat itu, masalah ras sudah mulai terseret dalam konflik ini.
Akibat kekalahan besar itu, negara-negara arab kemudian membuat persetujuan untuk 'perang abadi' terhadap israel. Sehingga sejak saat itu hingga th 1956 sudah ada lebih dari 3.000 kali bentrok dalam skala kecil.
PERANG SUEZ (KRISIS SUEZ)
pada tahun 1956 Singkat saja untuk perang ini, Krisis Suez adalah serangan militer Britania Raya, Prancis dan Israel terhadap Mesir yang dimulai pada tanggal 29 Oktober 1956. Serangan ini dilancarkan karena pada tanggal 26 Juli 1956, Mesir menasionalisasikan Terusan Suez setelah tawaran Britania Raya dan Amerika Serikat untuk mendanai pembangunan Bendungan Aswan dicabut. Dari perang ini, israel berhasil menguasai Sinai dari mesir, dan lagi-lagi wilayah Israel bertambah.
bersambung ya.................................... part 2. .
...Link Youtube======: https://www.youtube.com/watch?v=rVg3ieZnHJ8



Comments
Post a Comment